Tampilkan postingan dengan label Sosiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosiologi. Tampilkan semua postingan

-Sambungan- Perubahan Sosial

Rabu, 20 Juli 2011 - Diposting oleh Pc di 05.04
C. Bentuk-bentuk Perubahan Sosial
Soerjono Soekanto membedakan perubahan sosial menjadi beberapa bentuk :
a. Perubahan sosial lambat (evolusi), perubahan terjadi dengan sendirinya. Contoh : perubahan mata pencaharian (perubahan masyarakat agraris menjadi masyarakat industri)

b. Perubahan sosial cepat (revolusi), perubahan yang menyangkut sendi-sendi masyarakat dan direncanakan terlebih dahulu. Contoh : G30SPKI, Reformasi 1998.

c. Perubahan sosial kecil, tidak membawa pengaruh langsung terhadap masyarakat. Contoh : mode pakaian, kawin kontrak

d. Perubahan sosial besar, merupakan perubahan yang membawa pengaruh besar pada masyarakat. Contoh : daerah Jawa, jumlah penduduk dan angka kelahiran tinggi, sehingga angka pengangguran juga tinggi karena keterbatasan lapangan kerja

e. Perubahan rencana sosial direncanakan (dikehendaki), merupakan perubahan yang telah direncanakan oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di masyarakat. Contoh : perubahan di bidang HAM, demokrasi, ekonomi, pendidikan, dan lain-lain

f. Perubahan yang tidak direncanakan (tidak dikehendaki), merupakan perubahan yang berlangsung begitu saja dan di luar jangkauan pengwasan masyarakat. Contoh : perubahn selera makan masyarakat akibat iklan yang ditayangkan di televisi, bencana alam, penggunaan narkoba, rusaknya lingkungan alam

D. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN SOSIAL
     1. Faktor Internal
         a. Perubahan jumlah penduduk. Contoh : perpindahan penduduk desa ke kota
         b. Penemuan-penemuan baru. Contoh : penemuan mobil, munculnya komputer sebagai pengganti mesin ketik
         c. Pertentangan dalam masyarakat. Contoh : pertentangan antara kaum muda dan kaum tua yang terjadi pada saat detik-detik menjelang proklamasi
         d. Pemberontakan dan revolusi. Contoh : revolusi kemerdekaan, revolusi Perancis
         e. Reformasi

     2. Faktor Eksternal
         a. Lingkungan fisik (bencana alam). Contoh : gempa bumi, gunung meletus, angin topan, dan lain-lain
         b. Peperangan. Contoh : Perang Dunia II
         c. Pengaruh kebudayaan masyarakat lain
  • Penetrasi damai (Penetration Pasifique), masuknya suatau kebudayaan lain dengan jalan damai. Contoh : masuknya agama Islam ke Indonesia melalui para pedagang
  • Penetrasi paksa (penetration violence), masuknya suatu kebudayaan dengan cara paksa dan merusak. Contoh : masuknya kebudayaan barat melalui peperangan atau penjajahan

Perubahan Sosial

Senin, 18 Juli 2011 - Diposting oleh Pc di 05.06
A. Pengertian Perubahan Sosial
Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi akibat ketidaksesuaian antara unsur-unsur sosial yang saling berbeda sehingga terjadi keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan. Contoh : peran ayah dulunya adalah mencari nafkah untuk menopang hidup keluarga, tetapi sekarang peran ibu juga sebagai pencari nafkah sekaligus ibu rumah tangga.


B. Teori-teori Perubahan Sosial
    a. Teori Evolusi (Evolution Theory)
Teori ini berpijak kepada teori Darwin dan dipengaruhi oleh pemikiran Herbert Spencer. Tokoh yang berpengaruh pada teori ini adalah Emile Durkheim dan Ferdinand Tonnies.
  • Emile Durkheim berpendapat bahwa perubahan karena evolusi mempengaruhi cara pengorganisasian masyarakat, terutama yang berhubungan dengan kerja. Contoh : muncul organisasi buruh yang memperjuangkan hak-hak buruh.
  • Ferdinand Tonnies memandang bahwa masyarakat berubah dari masyarakat sederhana yang mempunyai hubungan erat dan kooperatif menjadi tipe masyarakat besar yang memiliki hubungan yang terspesialisasi dan impersonal. Contoh :
  1. Perubahan masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern
  2. Perubahan masyarakat desa menjadi masyarakat kota  
    
    b. Teori Konflik (Conflict Theory)
  • Karl Marx yang menyebutkan bahwa konflik kelas sosial merupakan sumber yang paling penting dan berpengaruh dalam perubahan sosial. Contoh : konflik antara buruh dengan pemilik perusahaan.
  • Ralf Dahrendorf berpendapat bahwa semua perubahan sosial merupakan hasil dari konflik kelas di masyarakat. Contoh : kenaikan upah terjadi karena buruh melakukan demonstrasi menuntut kenaikan upah.
    
    c. Teori Fungsionalis (Functional Theory)
Teori menjelaskan perubahan sosial yang tingkatannya moderat.
  • William Ogburn menjelaskan dengan konsep kultural lag (kesenjangan budaya), menurutnya meskipun unsur-unsur masyarakat saling berhubungan, beberapa unsurnya bisa saja berubah dengan cepat sementara unsur lainnya tidak secepat itu sehingga tertinggal di belakang. Contoh : kaum muda lebih cepat dan tanggap dalam menggunakan teknologi modern dibanding kaum tua. Ketertinggalan ini menimbulkan kesenjangan yang menyebabkan keterkejutan sosial (cultural shock)
      
    d. Teori Siklus (Cylical Theory)
Menurut teori ini kebangkitan dan kemunduran suatu peradaban tidak dapat dielakkan dan tidak selamanya perubahan sosial membawa kebaikan.
  • Arnold Toynbee menyatakan bahwa kebangkitan dan lemunduran suatu peradaban bisa dijelaskan melalui konsep-konsep kemasyarakatan yang saling berhubungan, yaitu tantangan dan tanggapan. Jika suatu masyarakat mampu merespon dan menyesuaikan diri maka masyarakat itu akan mengalami kemunduran dan akhirnya punah. Contoh : runtuhnya peradaban Yunani.